Kamis, 24 Januari 2013
Mencoba kembali mengisi blog
Mengawali setelah sekian lama tidak menjenguk blog ini,sesaat lagi akan kembali mencoba mengisi blog ini.
Sabtu, 29 Januari 2011
Walikota Solo Joko Widodo.

Urusan gaji pejabat tinggi belakangan ini kian ramai dibicarakan. Pemicunya, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal gajinya yang sudah tujuh tahun tidak juga naik. Tapi tidak semua pejabat negara mempermasalahkan gaji. Walikota Solo Joko Widodo, misalnya.
Walikota yang tengah menjalani masa jabatan dua periode ini ternyata belum pernah sekali pun mengambil gajinya. Bahkan, mobil dinas walikota yang saat ini dipakainya juga merupakan 'warisan' pejabat walikota sebelumnya, Slamet Suryanto.
Jokowi panggilan akrab walikota Solo ini menuturkan, Sabtu 28 Januari 2011 hingga hari ini belum pernah melihat ataupun menerima amplop gaji bayarannya sebagai walikota. “Kalau teken saya memang teken tapi tidak pernah lihat amplopnya. Ambil gimana, wong lihat amplopnya saja tidak pernah,” kata dia.
Ketika ditanya kenapa tidak mengambil gajinya, dengan rendah hati ia tidak mau menjawabnya. “Nggak, nggak, saya tidak mau menjawabnya karena terlalu riskan. Yang penting saya tidak pernah ambil gaji. Kalau tidak percaya, tanya saja kepada sekretaris atau ajudan saya,” tegas dia.
Soal mobil dinas, dia juga enggan menggantinya dengan yang baru. Mobil dinas Toyota Camry keluaran tahun 2002 ini merupakan peninggalan mobil dinas walikota Solo sebelumnya, Slamet Suryanto. “Mobil asal bisa dinaikin, tidak perlu mobil baru,” ujar Jokowi.
Selain itu, dia mengaku memang tidak suka gonta-ganti mobil. Seperti halnya mobil pribadinya yang sudah 14 tahun tidak diganti. “Saya bukan sok, tapi saya memang orang nggak punyai birahi terhadap mobil baru. Jenis mobil dinasnya keluaran tahun berapa, saya juga tidak tahu. Silakan tanya Pak Suli saja (sopir walikota). Pokoknya saya naik dan selamat saja,” tutur dia.
Senin, 10 Januari 2011
Fenomena Perpolitikan Bangsa
Fenomena Popularitas
Di kancah politik nasional, tahun ini merupakan tahun pemilihan kepala daerah (pilkada). Berdasarkan data Kementerian dalam Negeri, tercatat akan digelar 244 pilkada di tujuh provinsi dan 237 kabupaten/kota. Sejumlah kalangan menilai, agenda lima tahunan itu akan lebih menarik dibanding pilkada sebelumnya. Sebab, sejumlah selebriti terus menghiasi arena pertarungan di panggung politik lokal untuk merebut kursi empuk eksekutif daerah. Di masyarakat sendiri, fenomena selebritis menghiasi panggung politik mendapat apresiasi beragam. Ada yang pro, tak sedikit juga yang kontra. Malah ada yang menyebut masuknya para selebriti di pentas politik pilkada sebagai bentuk ”kemalasan” partai politik dalam pembinaan kader.
Para selebriti adalah ”ikon” yang bisa dengan mudah menjadi pendulang suara (vote getter) untuk memenangi pemilihan. Maklum, selebriti dengan segala popularitasnya sangat potensial menjaring suara dalam sistem pemilihan langsung. Apalagi di masyarakat Indonesia, dalam memperoleh dukungan politik, popularitas amatlah penting. Karena itu, selebriti yang identik dengan publikasi sangat mudah memperoleh dukungan politik. Setidaknya itulah yang diungkapkan Darrell West dalam bukunya ”Celebrity Politics”. Di mana West menyebutkan artis dan pelawak tergiur terjun ke jabatan publik akibat perkembangan media, khususnya televisi, dan demokrasi.
Fenomena Golput
Pilkada yang saat ini marak di berbagai tempat menyimpan banyak problem. Disamping makin tajamnya konflik horisontal antar pendukung calon, juga makin rendahnya partisipasi masyarakat yang diindikasikan oleh tingginya angka golput. Sebagai contoh pada Pilkada Jawa Barat baru-baru ini. Sebagaimana yang dilaporkan oleh KPUD Jabar bahwa total pemilih berjumlah 28 juta orang. Hade memperoleh 7.3 suara (40.5%), Aman sebanyak 6.2 juta suara (34.5%), dan Da’i meraup 4.5 juta suara (25.0%). Berarti ada sekitar 10 juta orang tidak mengunakan hak pilihnya atau golput. Apabila persentase tersebut dihitung berdasarkan total pemilih (28 juta), maka golput 35.7 persen, Hade 26.0 persen, Aman 22.2 persen, dan Da’i 16.0 persen.
fenomena golput juga dapat menjadi simbol ‘warning’ bagi setiap parpol, karena dari beberapa survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei nasional menunjukkan bahwa kondisi parpol saat ini mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Masyarakat sudah mulai memahami bahwa keberadaan parpol lebih identik dengan kuda tunggangan yang super komersial, siap direntalkan kepada siapa saja yang ingin berkuasa. Bukan rahasia umum lagi, setiap orang yang berhasrat berkuasa lewat jalur pilkada, mereka harus mengeluarkan ratusan juta bahkan milyaran rupiah untuk menyewa parpol. Kalau bukan dalam bentuk tunai bisa juga berupa komitmen pemberian sesuatu yang lain yang tidak kalah tinggi nilai ekonomisnya apabila mereka berhasil merebut tampuk kekuasaan.
Fenomena Politik Koalisi
Dalam sistem pemerintahan presidensil yang multipartai, koalisi adalah suatu keniscayaan untuk membentuk pemerintahan yang kuat. Hakikat koalisi sendiri adalah untuk membentuk pemerintahan yang kuat (strong), mandiri (autonomuos), dan tahan lama (durable). Pemerintahan yang kuat bisa diartikan pemerintah yang mampu menciptakan dan mengimplementasikan kebijakannya tanpa khawatir mendapat penolakan atau perlawanan di parlemen. Pemerintahan yang mandiri adalah pemerintah yang mampu mengimplementasikan program dan kebijakan yang populer ataupun yang tidak populer tanpa harus didikte koalisi pendukungnya. Sedangkan pemerintah yang tahan lama adalah pemerintahan yang mampu mempertahankan kekuasannya dalam periode tertentu (5 tahun) tanpa harus khawatir diturunkan oleh elit tandingannya dengan seenak hati.
Dalam sejarah politik Indonesia, koalisi yang seperti ini boleh dikatakan belum pernah terjadi. Sejak demokrasi liberal tahun 1950-an, koalisi yang terbentuk adalah koalisi yang rapuh dan cair sehingga kabinet yang terbentuk jatuh bangun. Koalisi Kebangsaan yang mengusung Mega-Hasyim pada Pemilihan Presiden 2004 yang digawangi PDIP dan Golkar juga bubar di tengah jalan menyusul kepindahan Golkar dari koalisi Kebangsaan menjadi partai pendukung SBY-JK yang diusung koalisi Kerakyatan.
Maka sudah menjadi gejala umum, di suatu daerah partai A berkoalisi dengan partai B menghadapi partai C dalam upaya memenangkan calon seorang bupati, walikota, atau gubernur. Sementara pada daerah yang lain, partai A tersebut justru berkoalisi dengan partai C untuk menghadapi partai B. Realitas semacam ini hanya bisa dibaca bahwa koalisi partai dibangun atas dasar kepentingan bukan lagi garis perjuangan partai. Padahal di tengah-tengah masyarakat mereka sering menggembor-gemborkan garis perjuangan partai terutama saat kampanye. Parpol-parpol telah terjebak atau menjebakkan diri ke dalam pragmatisme yang bertumpu pada kepentingan sesaat.
Fenomena Politik Uang
Definisi politik uang, dalam pandangan parpol, yakni suatu cara yang dengan sangat pragmatis memengaruhi seseorang dengan uang, sehingga orang tersebut memilih calon anggota legislatif (caleg) atau partai tertentu pada pemilu. Atau, memberikan uang pada seseorang disertai janji-janji agar mendukung caleg atau parpol tertentu.
politik uang sangat rawan terjadi di kalangan pemilih dan penyelenggara pemilu. Politik uang, adalah pemberian uang kepada pemilih yang dilakukan oleh caleg atau parpol tertentu, dengan disertai janji-janji.
sejumlah potensi praktik politik uang (money politic) dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara langsung sudah dapat diidentifikasi.
Pertama, untuk dapat menjadi calon diperlukan "sewa perahu", baik yang dibayar sebelum atau setelah penetapan calon, sebagian atau seluruhnya. Jumlah sewa yang harus dibayar diperkirakan cukup besar jauh melampaui batas sumbangan dana kampanye yang ditetapkan dalam UU, tetapi tidak diketahui dengan pasti karena berlangsung di balik layar.
Kedua, calon yang diperkirakan mendapat dukungan kuat, biasanya incumbent, akan menerima dana yang sangat besar dari kalangan pengusaha yang memiliki kepentingan ekonomi di daerah tersebut. Jumlah uang ini juga jauh melebihi batas sumbangan yang ditetapkan UU. Karena berlangsung di balik layar, maka sukar mengetahui siapa yang memberi kepada siapa dan berapa besarnya dana yang diterima.
Ketiga, untuk kabupaten/kota yang jumlah pemilihnya sekitar 10.000 sampai dengan 100.000 pemilih, tetapi wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang tinggi, pengusaha yang memiliki kepentingan ekonomi di daerah tersebut bahkan dapat menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala daerah. Dengan jumlah dana yang tidak terlalu besar, sang pengusaha dapat memengaruhi para pemilih memilih pasangan calon yang dikehendakinya melalui "perantara politik" yang ditunjuknya di setiap desa.
Keempat, untuk daerah dengan tiga atau lebih pasangan calon bersaing, perolehan suara sebanyak lebih dari 25 persen dapat mengantarkan satu pasangan calon menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Dalam situasi seperti ini, penggunaan uang memengaruhi pemilih melalui "perantara politik" di setiap desa/kelurahan mungkin menjadi pilihan "rasional" bagi pasangan calon.
Fenomena Politik Dinasti
Pemilihan kepala daerah makin menarik perhatian. Bukan lantaran demokrasi lokal kian sehat dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat, melainkan karena sebaliknya. Pilkada langsung yang tahun ini memasuki putaran kedua sejak dimulai pada 2005, justru makin menampilkan indikasi pencederaan demokrasi, kalau tidak boleh disebut ’’anekdot demokrasi’’. Perekrutan calon kepala daerah yang didominasi oleh politik transaksional akhirnya melabrak asas kepatutan. Seorang kepala daerah rela turun derajat asalkan tetap berkuasa.
Ada kepala daerah yang sudah dua kali menjabat mencalonkan diri lagi sebagai wakil. Jika tidak mau menjadi wakil, dimajukan istrinya atau dua istrinya sekaligus seperti yang terjadi di Kediri. Atau putrinya yang maju dan menang, seperti di Kabupaten Kutai Kertanegara (Kuker). Aneh tapi nyata, mantan bupati Kuker, Syaukani dipenjara karena kasus korupsi, toh putrinya terpilih menggantikan posisi bapaknya. Ada pula mertua berpasangan dengan menantu. Semua itu bisa terjadi akibat korporatisme politik yang mewabah sampai ke daerah.
Fenomena raja-raja kecil akhirnya mewarnai pilkada. Para pemburu kekuasaan dengan kelebihan sumberdaya finansial dan akses politik membentuk sistem kekerabatan, oligarki, dan dinasti politik di tengah kekecewaan rakyat yang tidak juga meningkat kesejahteraannya. Pilkada yang semula bertujuan membangun demokrasi dengan menciptakan pemimpin yang dekat dengan rakyat, punya empati, dan senapas dengan keprihatinan rakyatnya, mulai melahirkan aktor-aktor kekuasaan yang memanfaatkan pragmatisme parpol.
Jika semula orang memperbincangkan para selebritis yang terjun ke pilkada dengan mengandalkan popularitas, kini fenomenanya para pemburu kekuasaan membeli elektabilitas dengan merusak sendi pilkada lewat oligarki dan dinasti politik. Memang, demokrasi memberikan kesempatan bagi siapa saja, tetapi demokrasi tanpa keadilan akan kehilangan ruhnya. Kekuasaan di daerah yang hanya dimiliki oleh segelintir orang dapat menjungkirbalikkan demokrasi ke dalam perangkap feodalisme baru, yang akhirnya menafikan persamaan hak.
Di kancah politik nasional, tahun ini merupakan tahun pemilihan kepala daerah (pilkada). Berdasarkan data Kementerian dalam Negeri, tercatat akan digelar 244 pilkada di tujuh provinsi dan 237 kabupaten/kota. Sejumlah kalangan menilai, agenda lima tahunan itu akan lebih menarik dibanding pilkada sebelumnya. Sebab, sejumlah selebriti terus menghiasi arena pertarungan di panggung politik lokal untuk merebut kursi empuk eksekutif daerah. Di masyarakat sendiri, fenomena selebritis menghiasi panggung politik mendapat apresiasi beragam. Ada yang pro, tak sedikit juga yang kontra. Malah ada yang menyebut masuknya para selebriti di pentas politik pilkada sebagai bentuk ”kemalasan” partai politik dalam pembinaan kader.
Para selebriti adalah ”ikon” yang bisa dengan mudah menjadi pendulang suara (vote getter) untuk memenangi pemilihan. Maklum, selebriti dengan segala popularitasnya sangat potensial menjaring suara dalam sistem pemilihan langsung. Apalagi di masyarakat Indonesia, dalam memperoleh dukungan politik, popularitas amatlah penting. Karena itu, selebriti yang identik dengan publikasi sangat mudah memperoleh dukungan politik. Setidaknya itulah yang diungkapkan Darrell West dalam bukunya ”Celebrity Politics”. Di mana West menyebutkan artis dan pelawak tergiur terjun ke jabatan publik akibat perkembangan media, khususnya televisi, dan demokrasi.
Fenomena Golput
Pilkada yang saat ini marak di berbagai tempat menyimpan banyak problem. Disamping makin tajamnya konflik horisontal antar pendukung calon, juga makin rendahnya partisipasi masyarakat yang diindikasikan oleh tingginya angka golput. Sebagai contoh pada Pilkada Jawa Barat baru-baru ini. Sebagaimana yang dilaporkan oleh KPUD Jabar bahwa total pemilih berjumlah 28 juta orang. Hade memperoleh 7.3 suara (40.5%), Aman sebanyak 6.2 juta suara (34.5%), dan Da’i meraup 4.5 juta suara (25.0%). Berarti ada sekitar 10 juta orang tidak mengunakan hak pilihnya atau golput. Apabila persentase tersebut dihitung berdasarkan total pemilih (28 juta), maka golput 35.7 persen, Hade 26.0 persen, Aman 22.2 persen, dan Da’i 16.0 persen.
fenomena golput juga dapat menjadi simbol ‘warning’ bagi setiap parpol, karena dari beberapa survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei nasional menunjukkan bahwa kondisi parpol saat ini mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Masyarakat sudah mulai memahami bahwa keberadaan parpol lebih identik dengan kuda tunggangan yang super komersial, siap direntalkan kepada siapa saja yang ingin berkuasa. Bukan rahasia umum lagi, setiap orang yang berhasrat berkuasa lewat jalur pilkada, mereka harus mengeluarkan ratusan juta bahkan milyaran rupiah untuk menyewa parpol. Kalau bukan dalam bentuk tunai bisa juga berupa komitmen pemberian sesuatu yang lain yang tidak kalah tinggi nilai ekonomisnya apabila mereka berhasil merebut tampuk kekuasaan.
Fenomena Politik Koalisi
Dalam sistem pemerintahan presidensil yang multipartai, koalisi adalah suatu keniscayaan untuk membentuk pemerintahan yang kuat. Hakikat koalisi sendiri adalah untuk membentuk pemerintahan yang kuat (strong), mandiri (autonomuos), dan tahan lama (durable). Pemerintahan yang kuat bisa diartikan pemerintah yang mampu menciptakan dan mengimplementasikan kebijakannya tanpa khawatir mendapat penolakan atau perlawanan di parlemen. Pemerintahan yang mandiri adalah pemerintah yang mampu mengimplementasikan program dan kebijakan yang populer ataupun yang tidak populer tanpa harus didikte koalisi pendukungnya. Sedangkan pemerintah yang tahan lama adalah pemerintahan yang mampu mempertahankan kekuasannya dalam periode tertentu (5 tahun) tanpa harus khawatir diturunkan oleh elit tandingannya dengan seenak hati.
Dalam sejarah politik Indonesia, koalisi yang seperti ini boleh dikatakan belum pernah terjadi. Sejak demokrasi liberal tahun 1950-an, koalisi yang terbentuk adalah koalisi yang rapuh dan cair sehingga kabinet yang terbentuk jatuh bangun. Koalisi Kebangsaan yang mengusung Mega-Hasyim pada Pemilihan Presiden 2004 yang digawangi PDIP dan Golkar juga bubar di tengah jalan menyusul kepindahan Golkar dari koalisi Kebangsaan menjadi partai pendukung SBY-JK yang diusung koalisi Kerakyatan.
Maka sudah menjadi gejala umum, di suatu daerah partai A berkoalisi dengan partai B menghadapi partai C dalam upaya memenangkan calon seorang bupati, walikota, atau gubernur. Sementara pada daerah yang lain, partai A tersebut justru berkoalisi dengan partai C untuk menghadapi partai B. Realitas semacam ini hanya bisa dibaca bahwa koalisi partai dibangun atas dasar kepentingan bukan lagi garis perjuangan partai. Padahal di tengah-tengah masyarakat mereka sering menggembor-gemborkan garis perjuangan partai terutama saat kampanye. Parpol-parpol telah terjebak atau menjebakkan diri ke dalam pragmatisme yang bertumpu pada kepentingan sesaat.
Fenomena Politik Uang
Definisi politik uang, dalam pandangan parpol, yakni suatu cara yang dengan sangat pragmatis memengaruhi seseorang dengan uang, sehingga orang tersebut memilih calon anggota legislatif (caleg) atau partai tertentu pada pemilu. Atau, memberikan uang pada seseorang disertai janji-janji agar mendukung caleg atau parpol tertentu.
politik uang sangat rawan terjadi di kalangan pemilih dan penyelenggara pemilu. Politik uang, adalah pemberian uang kepada pemilih yang dilakukan oleh caleg atau parpol tertentu, dengan disertai janji-janji.
sejumlah potensi praktik politik uang (money politic) dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara langsung sudah dapat diidentifikasi.
Pertama, untuk dapat menjadi calon diperlukan "sewa perahu", baik yang dibayar sebelum atau setelah penetapan calon, sebagian atau seluruhnya. Jumlah sewa yang harus dibayar diperkirakan cukup besar jauh melampaui batas sumbangan dana kampanye yang ditetapkan dalam UU, tetapi tidak diketahui dengan pasti karena berlangsung di balik layar.
Kedua, calon yang diperkirakan mendapat dukungan kuat, biasanya incumbent, akan menerima dana yang sangat besar dari kalangan pengusaha yang memiliki kepentingan ekonomi di daerah tersebut. Jumlah uang ini juga jauh melebihi batas sumbangan yang ditetapkan UU. Karena berlangsung di balik layar, maka sukar mengetahui siapa yang memberi kepada siapa dan berapa besarnya dana yang diterima.
Ketiga, untuk kabupaten/kota yang jumlah pemilihnya sekitar 10.000 sampai dengan 100.000 pemilih, tetapi wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang tinggi, pengusaha yang memiliki kepentingan ekonomi di daerah tersebut bahkan dapat menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala daerah. Dengan jumlah dana yang tidak terlalu besar, sang pengusaha dapat memengaruhi para pemilih memilih pasangan calon yang dikehendakinya melalui "perantara politik" yang ditunjuknya di setiap desa.
Keempat, untuk daerah dengan tiga atau lebih pasangan calon bersaing, perolehan suara sebanyak lebih dari 25 persen dapat mengantarkan satu pasangan calon menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Dalam situasi seperti ini, penggunaan uang memengaruhi pemilih melalui "perantara politik" di setiap desa/kelurahan mungkin menjadi pilihan "rasional" bagi pasangan calon.
Fenomena Politik Dinasti
Pemilihan kepala daerah makin menarik perhatian. Bukan lantaran demokrasi lokal kian sehat dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat, melainkan karena sebaliknya. Pilkada langsung yang tahun ini memasuki putaran kedua sejak dimulai pada 2005, justru makin menampilkan indikasi pencederaan demokrasi, kalau tidak boleh disebut ’’anekdot demokrasi’’. Perekrutan calon kepala daerah yang didominasi oleh politik transaksional akhirnya melabrak asas kepatutan. Seorang kepala daerah rela turun derajat asalkan tetap berkuasa.
Ada kepala daerah yang sudah dua kali menjabat mencalonkan diri lagi sebagai wakil. Jika tidak mau menjadi wakil, dimajukan istrinya atau dua istrinya sekaligus seperti yang terjadi di Kediri. Atau putrinya yang maju dan menang, seperti di Kabupaten Kutai Kertanegara (Kuker). Aneh tapi nyata, mantan bupati Kuker, Syaukani dipenjara karena kasus korupsi, toh putrinya terpilih menggantikan posisi bapaknya. Ada pula mertua berpasangan dengan menantu. Semua itu bisa terjadi akibat korporatisme politik yang mewabah sampai ke daerah.
Fenomena raja-raja kecil akhirnya mewarnai pilkada. Para pemburu kekuasaan dengan kelebihan sumberdaya finansial dan akses politik membentuk sistem kekerabatan, oligarki, dan dinasti politik di tengah kekecewaan rakyat yang tidak juga meningkat kesejahteraannya. Pilkada yang semula bertujuan membangun demokrasi dengan menciptakan pemimpin yang dekat dengan rakyat, punya empati, dan senapas dengan keprihatinan rakyatnya, mulai melahirkan aktor-aktor kekuasaan yang memanfaatkan pragmatisme parpol.
Jika semula orang memperbincangkan para selebritis yang terjun ke pilkada dengan mengandalkan popularitas, kini fenomenanya para pemburu kekuasaan membeli elektabilitas dengan merusak sendi pilkada lewat oligarki dan dinasti politik. Memang, demokrasi memberikan kesempatan bagi siapa saja, tetapi demokrasi tanpa keadilan akan kehilangan ruhnya. Kekuasaan di daerah yang hanya dimiliki oleh segelintir orang dapat menjungkirbalikkan demokrasi ke dalam perangkap feodalisme baru, yang akhirnya menafikan persamaan hak.
Kamis, 06 Januari 2011
GMNI Hukum Airlangga Menang Lagi.

Memasuki awal tahun ini ada catatan menarik dari blantika perpolitikan kampus yaitu pada Fakultas Hukum Airlangga Surabaya. Perhelatan Pemilu BEM dan BLM FH Airlangga pada 5 Januari 2011 ini terdapat untuk kali ke 7 dilaksanakan pada Fakultas Hukum Airlangga, untuk pemilu 2011 ini hanya terdapat 4 partai peserta pemilu serta 2 pasangan capres-cawapres. Minimnya partai dan capres-cawapres disebabkan organisasi ekstra kampus (ormek) selain GMNI berkoalisi berusaha menembus tradisi mengalahkan GMNI pada "kampus merah" yaitu Fakultas Hukum.
Sedikit menilik kebelakang sejenak dimana kali pertama pemilu dimenangkan oleh saudara tua GMNI yaitu HMI disusul oleh PMII lalu Kammi hingga GMNI mencetak sejarah berhasil memenangkan kemenangan ideologis melalui pemilu BEM-BLM FH Airlangga sebanyak 4x berturut-turut. Walaupun setiap kemenangan itu pasti ada kekecewaan mendalam dari pihak-pihak yang belum dapat memenangkan "pesta mahsiswa" tersebut sehingga menimbulkan issue kurang enak didengar namun itu semua hanya gejolal sesaat dan selalu dibuktikan bahwa anggap itu salah semua melalui kinerja-kinerja kawan GMNI Hukum Airlangga bersama pihak-pihak yang ingin maju bersama.
Rabu, 5 Januri 2011 dihelat "pesta mahasiswa" dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 1 (Fifit+Jojo) didukung oleh GMNI dan nomor urut 2 (Bagus+Nabilla) diusung oleh HMI,PMII,Kammi serta mahasiswa yang menamakan diri mahasiswa netral(entah netral benar atau tidak bila sudah seperti ini hahahaha. Pemilu yang mengahdirkan 661 pemilih ini dibuka pada pukul 08.00 hingga 20.00 wib berjalan lancar meskipun sempat turun hujan di kampus hukum tersebut.
Pada akhirnya nomor urut 1 (Fifit+Jojo) hadir sebagai pemenang hingga mengukir sejarah berhasil mempertahakan kemenangan ideologisnya dari 2006 lalu. Dengan selisih 21 suara dari nomor urut 2 (Bagus+Nabila) maka Fifit+Jojo sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM 2011 Hukum Airlangga. Pemilu kali ini juga untuk kali pertama BEM dan BLM direbut oleh GMNI Hukum Airlangga.
Terima kasih kepada Boma+Demy atas kerjanya ditahun 2010 pada BEM FHUA dan selamat+sukses kepada Fifit+Jojo. Kepada seluruh mahasiswa fakultas hukum Airlangga terima kasih dukungan dan partisipasinya dalam Pemilu BEM dan BLM FH Airlangga 2011.
Revolusi Belum Selesai Kawan!!!!!
Kamis, 14 Oktober 2010
SUMPAH PEMUDA!!!

Kamipoetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Memahami lebih dalam...
Baris pertama menegaskan bahwa pemuda Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia. Makna bertumpah darah adalah berjuang atau berbuat dengan sungguh-sungguh. Berjuang berarti memperjuangkan sesuatu, misal memperjuangkan hidup, memperjuangkan nafkah dan sebagainya. Makna berbuat pun demikian. Kemudian kata bertumpah darah dihubungkan dengan Tanah Air yang berarti kempung halaman, tempat tinggal dan sebagainya. Ini menegaskan apabila perjuangan dan perbuatan yang kita laksanakan akan kita lakukan di Indonesia dan untuk Indonesia. Perjuangan dan perbuatan tersebut adalah tanda cinta kita bagi Indonesia.
Perlakuan yang sesuai dengan baris pertama Sumpah Pemuda antara lain; Mengharumkan nama Indonesia di mata Internasional, menjaga alam dan lingkungan Indonesia, menghargai sejarahnya dan berusaha menjadi yang terbaik bagi dirinya, keluarganya dan bangsanya.
Baris kedua menerangkan bahwa pemuda dan pemudi Indonesia hanya mengakui satu bangsa bagi dirinya yakni bangsa Indonesia. Bukannya bermaksud merendahkan bangsa lamin namun seharusnya pemuda Indonesia bangga dengan bangsanya sendiri apapun yang terjadi. Karenanya sikap ini hendaknya ditanamkan pada pemuda Indonesia sejak dini.
Mencintai bangsa sendiri juga diwujudkan dengan mencintai budaya bangsa. Kini banyak pemuda Indonesia yang mulai teracuni budaya bangsa asing. Bukannya melarang namun sebagai pemuda berkualitas hendaknya pemuda Indonesia tidak hanya menjadi peniru saja namun harus mampu menjadi filter yang mampu menyaring mana budaya yang baik dan mana budaya yang buruk.
Sikap yang sesuai dengan baris kedua Sumpah Pemuda antara lain; Melestarikan budaya Indonesia; tidak mudah meniru budaya asing, terutama budaya yang bersifat negatif; bangga dengan bangsanya; Selalu menjaga nama baik Indonesia; anti KKN dan sebagainya.
Mari kita analisa. Kalimat ‘Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoenjoeng tinggi bahasa persatoean, bahasa Indonesia.’ Menggunakan tiga kata kunci, yakni; mendjoenjoeng tinggi, bahasa persatoean dan bahasa Indonesia.
‘Menjunjung tinggi’ berarti mengangkat sesuatu dan memosisikannya pada kedudukan yang tinggi. Menjunjung tinggi adalah istilah yang berarti menempatkan sesuatu lebih tinggi dibanding yang lain. Kemudian diterangkan pada kata selanjutnya bahwa apa yang harus dijunjung. Sesuatu yang harus dijunjung tinggi adalah bahasa persatuan. Bahasa persatuan adalah bahasa yang sifatnya mempersatukan. Mempersatukan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Kemudian diterangkan bahasa apa yang dimaksud, yakni bahsa Indonesia. Jadi baris ketiga Sumpah Pemuda bermakna, pemuda Indonesia bersumpah menempatkan bahasa Indonesia lebih tinggi dibanding bahasa-bahasa lain serta menjelaskan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa.
Selain itu, dari baris ketiga dapat ditarik makna lagi bahwa dengan menjunjung tinggi bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia berarti secara tidak langsung juga mencintai Tanah Air dan bangsa. Sehingga ada rasa kesatuan antara seorang pemuda dengan bangsanya dan Tanah Airnya. Dengan kata lain, cinta bahasa berarti cinta bangsa dan cinta Indonesia.
Menjunjung tinggi bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan mempelajari bahasa tersebut, kemudian melestarikan dan menaganya agar tidak punah termakan zaman. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada saat yang tepat dan tidak asal-asalan dalam menggunakan bahasa.
Mengapa butir ketiga berbeda dengan dua butir-butir lainnya?
Baris ketiga dari Sumpah Pemuda adalah baris yang unik. Pada baris ke tiga ini pemuda Indonesia menggunakan kata ‘menjunjung’ bukan ‘mengaku’ seperti dua baris sebelumnya. Selain itu pada baris ketiga ini, pemuda Indonesia menggunakan istilah ‘bahasa persatuan’. Lantas apa maknanya?
Kalau saja pemuda Indonesia menggunakan kalimat - Kami poetra dan poetri indonesia mengakoe berbahasa satoe, bahasa Indonesia. - pada baris ketiga Sumpah Pemuda maka bagaimana reaksi bangsa Indonesia? Tentu saja marah. Karena kalimat seperti ini mengandung permintaan untuk hanya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa bangsa Indonesia. Hal ini tentu saja bertentangan dengan baris pertama dan kedua. Selain itu kalimat tersebut hanya mengandung tujuan menjadi pemuda Indonesia, sama seperti baris pertama dan kedua Sumpah Pemuda. Ini akan menimbulkan kesan jika bangsa Indonesia harus bertumpah darah, berbangsa dan berbahasa Indonesia tanpa tahu bagaimana cara mencapai hal tersebut. Karenanya rumusan baris ketiga Sumpah Pemuda ditulis dengan kalimat ‘Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoenjoeng tinggi bahasa persatoean, bahasa Indonesia.’
Karenanya mari renungkan kembali semangat pemuda Indonesia sebelum kemerdekaan dahulu. Kemudian terapkan pada diri kita. Mulai dari sekarang mari cintai bahasa kita, cintai bangsa kita dan cintai Tanah Air kita. Kemudian kita ciptakan kehidupan masyarakat madani dengan semangat nasioanlisme yang tinggi dan bebas dari penyakit bangsa. Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda.
Sabtu, 26 Juni 2010
Seputar Tidur.
Setidaknya enam jam per hari tubuh mengalami sistem 'shutdown' untuk sementara waktu alias tidur. Tapi berapa banyak yang Anda ketahui tentang tidur? Mengapa tubuh butuh tidur dan apa yang terjadi pada tubuh selama tidur?
Dilansir dari Health24, Sabtu (26/6/2010), berikut beberapa fakta menarik seputar tidur:
1. Tahapan tidur
Selama tidur malam, ada lima tahapan tidur yang berbeda dan berbeda satu sama lain, yaitu:
- Tahap 1 (5-10 menit pertama), yaitu masa transisi antara sadar dan tidur.
- Tahap 2 (sekitar 20 menit), suhu tubuh mulai menurun dan detak jantung mulai melambat.
- Tahap 3 merupakan masa transisi antara tidur ringan dan tidur yang sangat dalam.
- Tahap 4 (sekitar 30 menit), yaitu tidur nyenyak yang berlangsung. Mengompol dan tidur sambil berjalan biasanya terjadi pada akhir tahap 4.
- Tahap 5, kebanyakan mimpi terjadi pada tahap 5 yang dikenal sebagai tidur gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Tidur REM ditandai dengan gerakan mata, meningkatnya laju respirasi dan aktivitas otak, serta otot-otot menjadi lebih rileks.
2. Ketika tidur nyenyak, napas, denyut jantung dan tekanan darah mencapai tingkat terendah sepanjang hari.
3. Rata-rata orang terbangun sekitar enam kali per malam.
4. Dalam waktu 24 jam dari jam biologi tubuh, waktu paling 'down' adalah jam 1-6 pagi, kemudian 3 jam setelah makan siang.
5. Otot-otot tubuh menjadi lumpuh ketika tidur
6. Suhu tubuh turun di pagi hari, mencapai rendah di sekitar jam 4 pagi dan kemudian naik lagi sebelum fajar.
7. Para peneliti tidak pernah bisa setuju persis mengapa tubuh butuh tidur, kecuali untuk memulihkan tubuh dan otak.
8. Perempuan dan orangtua paling sering menderita insomnia
9. Bahkan ketika tidur sangat mendalam, masih ada bagian tubuh yang menangkap suara dan sinyal dari 'dunia' sekitar. Itu sebabnya mengapa orangtua terbangun ketika bayi menangis, tetapi mereka tidak mendengar 'lolongan' angin tenggara.
10. Selama bermimpi, pola otak sama dengan ketika sedang melakukan latihan saat terjaga.
11. Lebih susah membangunkan anak kecil ketimbang orang dewasa, dan biasanya anak akan tampak bingung dan tidak ingat apa-apa ketika bangun.
Sumber:Detik.com
Dilansir dari Health24, Sabtu (26/6/2010), berikut beberapa fakta menarik seputar tidur:
1. Tahapan tidur
Selama tidur malam, ada lima tahapan tidur yang berbeda dan berbeda satu sama lain, yaitu:
- Tahap 1 (5-10 menit pertama), yaitu masa transisi antara sadar dan tidur.
- Tahap 2 (sekitar 20 menit), suhu tubuh mulai menurun dan detak jantung mulai melambat.
- Tahap 3 merupakan masa transisi antara tidur ringan dan tidur yang sangat dalam.
- Tahap 4 (sekitar 30 menit), yaitu tidur nyenyak yang berlangsung. Mengompol dan tidur sambil berjalan biasanya terjadi pada akhir tahap 4.
- Tahap 5, kebanyakan mimpi terjadi pada tahap 5 yang dikenal sebagai tidur gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Tidur REM ditandai dengan gerakan mata, meningkatnya laju respirasi dan aktivitas otak, serta otot-otot menjadi lebih rileks.
2. Ketika tidur nyenyak, napas, denyut jantung dan tekanan darah mencapai tingkat terendah sepanjang hari.
3. Rata-rata orang terbangun sekitar enam kali per malam.
4. Dalam waktu 24 jam dari jam biologi tubuh, waktu paling 'down' adalah jam 1-6 pagi, kemudian 3 jam setelah makan siang.
5. Otot-otot tubuh menjadi lumpuh ketika tidur
6. Suhu tubuh turun di pagi hari, mencapai rendah di sekitar jam 4 pagi dan kemudian naik lagi sebelum fajar.
7. Para peneliti tidak pernah bisa setuju persis mengapa tubuh butuh tidur, kecuali untuk memulihkan tubuh dan otak.
8. Perempuan dan orangtua paling sering menderita insomnia
9. Bahkan ketika tidur sangat mendalam, masih ada bagian tubuh yang menangkap suara dan sinyal dari 'dunia' sekitar. Itu sebabnya mengapa orangtua terbangun ketika bayi menangis, tetapi mereka tidak mendengar 'lolongan' angin tenggara.
10. Selama bermimpi, pola otak sama dengan ketika sedang melakukan latihan saat terjaga.
11. Lebih susah membangunkan anak kecil ketimbang orang dewasa, dan biasanya anak akan tampak bingung dan tidak ingat apa-apa ketika bangun.
Sumber:Detik.com
Kamis, 04 Maret 2010
Tidur Juga Ada Aturannya!

Udah pada tidur belom? Manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu kala orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sekarang aja enak, orang tidur pakai yang 'empuk-empuk' heu heu.
Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, kenapa ya? karena saling menekan dengan alas tidurnya.
Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini bermanfaat agar mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung.
Posisi tidur yang membuat bodoh adalah : terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.
Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 WIB - 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 - 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya...
Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 - 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.
Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.
Ayo tidur yang panjang buat sehatkan badan
Minggu, 21 Februari 2010
Kepung Gedung DPR-RI Pada 2 Maret 2010.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diancam akan dikepung oleh ribuan massa saat mengelar sidang paripurna membahas keputusan akhir Pansus Angket Century. Berbagai elemen masyarakat akan tumplek dalam aksi demo besar-besaran yang mendukung penuntasan skandal Century itu.
Pansus sendiri sampai hari ini sudah mulai terbaca arah keputusan fraksi masing-masing, dari yang tetap total hingga yang dari awal sudah angin-anginan. Menyulitkan memang mencari tahu siapa yang salah dan benar dalam kasus ini namun tidak akan kesulitan bila mencari siapa yang bertanggung jawab dalam pengucuran dana bailout Century tersebut.
Kamis, 28 Januari 2010
Landmark Alami Asia!!
Asia sebagai benua terbesar di dunia tentunya sangat kaya dengan berbagai sumber daya, termasuk kekayaan alam dan budaya yang luar biasa menarik perhatian dunia barat. Lihat saja bagaimana makanan Asia sudah menjadi mode di berbagai negara, mulai makanan China, Sushi Jepang, sampai nasi goreng dari negara kita yang sudah terkenal di mana-mana.
Mungkin tidak banyak yang kita tahu, tapi ternyata Asia memiliki 10 tempat yang pasti langsung dikenali sebagai tempat yang hanya mungkin ditemui di Asia, karena keindahan yang ada. 10 tempat ini sangat terkenal di dunia dan dijuluki sebagai 10 Landmark Alami Asia
1. Gunung Fuji (Jepang)
Mount Fuji
Gunung ini adalah gunung berapi aktif paling tinggi di Jepang, di angka 3.776 meter. Berbagai puisi, lukisan dan berbagai karya lain dibuat untuk memuja keindahan dan kemegahan gunung ini. Fuji yama (yama berarti gunung dalam bahasa Jepang) berada di perbatasan prefektur Shizouka dan Yamanashi di barat Tokyo. Pada saat hari-hari cerah di musim semi dan panas, Gunung ini dapat dilihat dengan jelas dari Tokyo atau dari Yokohama. Jika ingin mengunjungi gunung yang megah ini, coba datangi Jepang pada sekitar bulan Juli atau Agustus, pada puncak musim panas.
2. Gugusan Karang Tubbataha (Filipina)
Tubbataha Reef
Buat Anda yang hobi menyelam, Gugusan Karang Tubbataha adalah tujuan wajib jika Anda sempat berkunjung ke Filipina. Lautan yang penuh dengan gugusan karang ini dapat ditempuh mudah dari Pantai Palawan, Filipina. Tempat indah untuk menyelam seluas 33.200 hektar ini dipenuhi dengan berbagai hewan laut indah. Tapi karena keindahannya, sebagai penyelam, Anda harus ekstra hati-hati dalam menyelam, karena keseimbangan ekosistem di gugusan karang ini sangat lembut.
3. Hutan Batu (China)
Stone Forest
'Hutan' yang satu ini benar-benar tersusun atas batu-batuan yang membentuk pemandangan seperti hutan batu. Daerah ini terletak di provinsi Yunnan, daerah Shilin, Cina Barat Daya. 'Pohon Batu' yang membentuk hutan ini benar-benar seakan tumbuh dari tanah. Formasi batu yang ada dipercaya sudah ada semenjak 270 juta tahun lalu, terbentuk karena pola erosi yang datang bergantian, sehingga membentuk formasi unik bebatuan yang seakan tumbuh tegak seperti hutan. Dari stasiun KunMing, terdapat kereta khusus turis yang akan membawa Anda menikmati hutan ajaib ini.
4. Batu Karang Ayers (Australia)
Ayers Rock
Walaupun berada di benua Australia, karang di tengah daratan ini tetap masuk dalam landmark alami Asia. Batu yang dalam bahasa asli Aborigin disebut Uluru ini terletak di Northern Territory, Australia Tengah. Tinggi batu ini 348 meter dengan panjang garis terluar mencapai 9.4 kilometer. Uniknya, batu ini terkadang tampak berganti warna. Para penduduk lokal menyarankan agar Anda tidak melakukan kegiatan memanjat, tapi sebagai gantinya, petualangan Anda di batu ini dapat diganti dengan menunggang unta atau memandang batu ini dari ketinggian didalam helikopter.
5. Beppu Onsen (Jepang)
Onsen Beppu
Sumber air panas yang satu ini memiliki kapasitas produksi terbesar di Jepang. Sumber air panas di kota Beppu, prefektur Oita ini memiliki keunikan tersendiri. Salah satu sumber air panas mendapat julukan "Hells of Beppu" (Neraka Beppu), karena air mendidih dan uap panas yang menyembur dari kedalaman 200-300 meter dari dalam tanah (sumber yang menyembur ini jelas bukan untuk mandi). Keindahan 'neraka' yang satu ini benar-benar menarik banyak fotografer untuk mengabadikannya.
6. Celah Taroko (Taiwan)
Taroko Gorge
Walaupun disebut Celah (Gorge), bukan berarti tempat ini sempit atau tempat terpencil. Celah Taroko adalah taman nasional yang berpusat pada lembah sepanjang 19 kilometer. Lembah ini tersusun atas batuan marmer dan granit, dengan berbagai jurang yang dalam, beberapa air terjun, gunung dan beberapa aliran air yang menantang untuk penjelajahan. Celah Taroko juga terkenal atas produksi batu pualam unik yang hanya dapat ditemui secara khusus di Taiwan.
7. Gua Seruling Alang-alang (China)
Reed Flute Cave
Nama tempat (Reed Flute Cave) yang diterjemahkan sebagai Gua Seruling Alang-alang ini diambil dari alang-alang yang banyak tumbuh di sekitar mulut gua. Pemandangan bawah tanah di dalam gua ini sangat luar biasa, dikatakan paling Indah di Asia. Berbagai formasi bebatuan, stalaktit dan tiang batu seakan membentuk pemandangan yang tidak dapat dilupakan dengan mudah. Gua yang terletak sekitar 5 kilometer di utara Kota Guilin di Provinsi Guangxi, China ini diperkaya dengan efek cahaya yang luar biasa, membuat berbagai formasi batuan yang ada semakin menyihir para pengunjungnya. Pastikan anda menyempatkan menengok formasi Pagoda Naga dan Tirai Merah pada saat mengunjungi gua ini.
8. Pegunungan Huangshan (China)
Huang Shan
Berbagai karya sastra dan lukis China mengabadikan berbagai keindahan pegunungan HuangShan ini selama beberapa generasi. Formasi batuan yang unik, air terjun, hutan pinus yang seakan tumbuh diatas bebatuan, serta awan yang seakan enggan meninggalkan puncak pegunungan ini membuatnya tampak menjadi salah satu pemandangan terindah yang ada di dunia. Jika Anda ingin mengalami sensasi tidak terlupakan, coba datangi Puncak Cerah (Bright Summit Peak) puncak terbaik memandang matahari terbit diantara lautan awan, pengalaman tidak terlupakan bukan?
9. Gurun Gobi (Mongolia)
Gobi Desert
Gurun Gobi adalah gurun pasir terbesar di Asia, dengan luas mencapai 1.296.000 kilometer persegi. Temperatur di pusat gurun ini sangat ekstrim, angin kejam mendera setiap saat, dengan pemandangan hanya berupa bebatuan dan hamparan pasir dan kerikil tentunya kurang menyenangkan. Bahkan oasis dan kehidupan di gurun ini sangat langka. Dalam bahasa Mongolia, Gobi berarti "dataran tertutup kerikil", dan gurun Gobi ternyata sangat unik. Gurun ini terbagi menjadi lima daerah yang sangat unik. Gobi Timur merupakan gurun steppa, dengan hanya rerumputan dan pasir yang menghiasi permukaan tanah, kemudian Plato Alashan yang semi gurun pasir, Lembah Danau Gobi yang ternyata hanyalah padang rumput dan pasir, Lembah Junggar yang semi padang pasir dan pegunungan Tian Shan dapat Anda temui di gurun pasir raksasa ini.
10. Gunung Everest (India)
Mount Everest
Salah satu gunung di deretan pegunungan Himalaya ini merupakan gunung tertinggi di dunia, ketinggian gunung ini mencapai 8.848 meter. Penduduk lokal, yang dikenal sebagai Sherpa menyebut gunung ini dengan nama Chomolungma (Ibu Dewi Dunia). Ekspedisi untuk mencapai puncak Everest dapat menghabiskan biaya sampai setengah Milyar Rupiah, dan persiapan yang luar biasa matang.
..::Sumber:KapanLagi.Com::..
Rabu, 20 Januari 2010
Pembobol ATM? Jangan Takut, 6 Trik Jitu Melawan!

Teknologi yang digunakan para penjahat cybersemakin lama juga semakin canggih. Tak ayal, pihak perbankan pun harus memiliki sistem keamanan yang kuat untuk menghadangnya.
Meski demikian, untuk terhindar dari tindak kriminal ini juga diperlukan peran aktif nasabah. Simak 6 kiat untuk menghalau aksi pembobolan rekening ini menurut M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII):
1. Gunakan hanya kartu chip, kalau bank Anda belum memberikan kartu chip, Anda harus minta ganti dan jangan menggunakan untuk transaksi sebelum diganti. Aturan Bank Indonesia (BI) yang baru, sejak Januari 2010 kartu yang resmi dan boleh digunakan hanya kartu jenis chip.
*di Indonesia baru kartu kredit saja yang memakai chip,bila di mancanegara semua kartu perbankan menggunakan hal tersebut.
2. Lindungi kode 3 angka (CVV2) di belakang kartu Anda.Kecuali untuk otorisasi transaksi online, kode itu tidak akan pernah digunakan untuk transaksi konvensional di mesin ATM, atau di counter EDC merchant. Tutup 3 angka di belakang kartu itu dengan sticker, cellotape apa saja yang tidak transparan
3. Ubah PIN Anda sesering mungkin. Parameternya sederhana, ketika Anda cukur rambut, ganti kaos kaki (karena mulai bau), atau ganti sikat gigi (karena sudah mulai kusut) atau setiap kali cek angin ban kendaraan, itulah saatnya mengganti PIN kartu ATM Anda. Misalnya di pom bensin, biasanya sekarang ada mesin ATM, Anda bisa mengganti PIN ketika sedang transaksi pembelian BBM.
*musuh utama masalah keamanan adalah behaviour manusia itu sendiri, kebiasaan, kelakuan, sebagian besar pembobolan terjadi akibat dari eksploitasi terhadap kelemahan sosial, makanya disebut social engineering.
4. Jangan pernah memberikan informasi pin dan data pribadi yang biasa digunakan untuk otorisasi perbankan kepada siapapun dengan alasan apapun termasuk pada customer service bank, seperti misalnya nama gadis ibu kandung dan lainnya. Kecuali memang yakin bahwa itu prosedur yang harus dilalui. Sebab sekarang banyak sekali pihak ketiga (misalnya perusahaan asuransi) dengan alasan kerja sama dengan pihak bank penerbit kartu, menawarkan produknya secara telemarketing dan Anda diminta memberikan informasi pribadi ini.
5. Berhati-hati apabila menerima tawaran dari telemarketing seperti itu, karena biasanya persetujuan yang anda berikan akan diterjemahkan sebagai kesediaan untuk melakukan auto ebet terhadap account anda. Ini berbahaya, lebih baik bila kurang yakin, Anda meminta waktu untuk melakukan konfirmasi kepada bank penerbit apakah benar pihak bank punya kerjasama dengan pihak telemarketing tersebut dan bagaimana aturan main serta risikonya.
*Atau sekalian saja Anda selalu menolak tawaran itu atau cukup tahu nama produk dan siapa penyelenggaranya selanjutnya sebenarnya Anda sendiri bila tertarik bisa insiatif jadi yang balik menghubungi penyelenggara jasa itu dan meminta untuk dilayani. Cara ini lebih aman, walau membutuhkan partisipasi aktif Anda.
6. Awasi terus keberadaan kartu Anda ketika berada di counter merchant, jangan biarkan kartu itu dibawa kemana-mana dan digesek ke mesin yang berbeda berkali-kali. Lebih baik Anda membatalkan transaksi dan tidak usah menandatangani apapun dan laporkan ke bank penerbit apabila curiga dengan kondisi di suatu counter merchant.
Awasi juga kondisi mesin EDC, apakah nampak ada perangkat tambahan atau sambungan kabel tambahan yang mencurigakan. Tapi ini perlu pemahaman teknis, pengguna awam biasanya tentu akan sulit membedakan.
Kita mesti ingat, begitu kita gesek kartu itu, maka semua informasi penting akan tercatat oleh mesin EDC dan sebagian bahkan di print out. Seperti nama, nomor kartu dan tanggal masa berlaku (kadang kala tanggal mulai menggunakan).
Seseorang tidak perlu punya ingatan super untuk menghapal deretan kode angka yang tertera di kartu. Kalau Anda lengah cukup banyak waktu bisa digunakan pelaku untuk mencatat informasi itu (thrasing). Bahkan mereka bisa saling kerja sama misalnya berdua, satu orang sengaja mengalihkan perhatian Anda dan satunya yang membawa kartu mencatat atau bahkan menggesekkan kartu anda ke mesin skimming yang tidak terlihat.
Rabu, 30 Desember 2009
Selamat Jalan GUS DUR!!!

Pukulan terbesar kembali menerpa bangsa ini, karena harus kehilangan tokoh persatuan dan solidaritas beragama di Indonesia yaitu Mantan Presiden KH Abdurahman Wahid atau biasa di sapa dengan panggilan GUS DUR. Hari-hari terakhir mantan Presiden Republik Indonesia, Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, tidak dihabiskan di rumah sakit mewah dan mahal. Ia meninggal di rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dirawat di Ruang VVIP Nomor 116 Gedung A RSCM.
Tokoh nasional yang satu ini cukup fenomenal, almarhumlah yang memberikan rekomendasi mengenai perayaan tahun baru china atau dikenal istilah IMLEK di Republik Indonesia. Dan belum hilang dari ingatan kita bagaimana beliau memisahkan TNI dan Polri sehingga hingga saat ini Polri yang sebenarnya sipil tersebut bekerja secara sipil walaupun terkadang masih berbau militer dalam tindak tanduknya.
Almarhum sendiri sangat fasih berbahasa arab dan sangat gemar dengan sepak bola, dalam kancah perpolitikan bangsa cukup elegan terlebih almarhum sendiri putra dari pendiri NU dan GUS DUR sendiri mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa sehingga almarhum pantas sebagai panutan dari generasi muda bangsa saat ini.
Bendera setengah tiang selama 7 hari berturut-turut mulai hari ini sudah sepantasnya kita lakukan.
selamat jalan tokoh pluralis bangsa!!
Senin, 21 Desember 2009
Pemilu BEM Hukum Airlangga 2010
Setahun sudah masa kepemimpinan dari Fariz + Arum mengemban amanat dari mahasiswa fakultas hukum universitas airlangga, maka sudah waktunya mereka meletakan jabatannya. Maka sebelum masa kepengurusan BEM mereka demisioner diadakan pemira unair yang diadakan berbarengan dengan pemilu presiden BEM KM Unair, pemilu yang diadakan pada 17 Desember 2009 berlangsung cukup tegang di hukum unair karena mengeluarkan tiga pasangan capres dan cawapres.
Masing-masing organisasi ekstra kampus (ormek) antara lain GMNI, HMI, PMII dan Kammi turun berlaga ditingkat fakultas meramaikan pesta demokrasi tersebut. PMII dan Kammi yang berkoalisi mempunyai pasangan dengan Armaya-Rizka, GMNI dengan pasangan Boma+Demy lalu saudara tua GMNI yaitu HMI mengeluarkan pasangan Ali-Agung. Untuk tingkatan BEM KM Unair tidak ada ormek lain hanya Kammi saja yang ikut berlaga. Menurut beberapa kawan-kawan ormek lainnya turun di Universitas tidak mempunyai kegiatan nyata yang bersentuhan dengan elemen-elemen masyarakat jadi hanya cenderung untuk kepentingan praktis saja.
Pada tanggal pemilihan tersebut maka pasangan dari GMNI yaitu Boma+Demy berhasil mempertahankan kemenangan ideologisnya di hukum airlangga, menembus tradisi dengan mempertahankan kemenangan ideologis sebanyak tiga kali berturut-turut.
Selamat kepada seluruh kader-kader GMNI Kom.Hukum Airlangga yang berhasil mempertahankan kemenangan ideologisnya!!
Jadikan Pancasila sebagai rumah yang nyaman untuk kebersamaan, toleransi dan persatuan mahasiswa fakultas hukum airlangga.
terima kasih kepada Fariz+ Arum bersama pengurus BEM Hukum Airlangga 2009.
Merdeka!!!
Masing-masing organisasi ekstra kampus (ormek) antara lain GMNI, HMI, PMII dan Kammi turun berlaga ditingkat fakultas meramaikan pesta demokrasi tersebut. PMII dan Kammi yang berkoalisi mempunyai pasangan dengan Armaya-Rizka, GMNI dengan pasangan Boma+Demy lalu saudara tua GMNI yaitu HMI mengeluarkan pasangan Ali-Agung. Untuk tingkatan BEM KM Unair tidak ada ormek lain hanya Kammi saja yang ikut berlaga. Menurut beberapa kawan-kawan ormek lainnya turun di Universitas tidak mempunyai kegiatan nyata yang bersentuhan dengan elemen-elemen masyarakat jadi hanya cenderung untuk kepentingan praktis saja.
Pada tanggal pemilihan tersebut maka pasangan dari GMNI yaitu Boma+Demy berhasil mempertahankan kemenangan ideologisnya di hukum airlangga, menembus tradisi dengan mempertahankan kemenangan ideologis sebanyak tiga kali berturut-turut.
Selamat kepada seluruh kader-kader GMNI Kom.Hukum Airlangga yang berhasil mempertahankan kemenangan ideologisnya!!
Jadikan Pancasila sebagai rumah yang nyaman untuk kebersamaan, toleransi dan persatuan mahasiswa fakultas hukum airlangga.
terima kasih kepada Fariz+ Arum bersama pengurus BEM Hukum Airlangga 2009.
Merdeka!!!
Jumat, 13 November 2009
Suksesi GMNI Komisariat Hukum Airlangga

Pada hari yang berbahagia tanggal 11 November 2009 bertempat di Jojoran III Surabaya diadakan suksesi GMNI Kom.Hukum Airlangga karena Ardhy Jayaputra telah berakhir masa jabatannya sebagai Ketua Komisariat GmnI Hukum Airlangga. Setelah beberapa saat molor dari waktu yang ditetapkan pada undangan, akhirnya suksesi dapat dimulai pada pukul 18.00wib yang dihadiri oleh kader-kader dan alumni GmnI Kom.Hukum Airlangga.
Sebelum memasuki pada pemilihan ketua GmnI Kom.Hukum Airlangga periode 2009-2010 maka diharuskan membentuk Presidium guna menjalankan suksesi tersebut dari mulai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus sebelumnya hingga suksesi Ketua Komisariat GmnI Hukum Airlangga tersebut. LPJ pun dibacakan maka banyak terjadi sanggahan-sanggahan dari kader-kader sendiri kepada kinerja komisariat setahun sebelumnya, perdebatan pun sangat alot terjadi namun itu semua merupakan proses menuju aktualisasi di kehidupan kampus dan masyarakat. Dengan perdebatan sengit tersebut LPJ pun diterima dengan catatan oleh kader-kader muda GmnI Kom.Hukum Airlangga.
Sekarang memasuki suksesi Ketua GmnI Kom.Hukum Airlangga periode 2009-2010 dan yang berkesempatan maju antara lain Harry Valentino Johanes (mencalonkan sendiri), Aditya "NduRo" (dicalonkan saya sendiri) dan Ahmad Vida'i (dicalonkan nyoman). Pada awalnya ketiga kandidat memaparkan visi dan misi dihadapan kader-kader lainnya dan disambut oleh pertanyaan-pertanyaan tentunya. Tibalah disaat menentukan dimana para kandidat dipersilahkan meninggalkan ruangan suksesi guna memusyawarahkan Ketua GmnI Kom.Hukum Airlangga, walaupun dalam musyawarah sudah terlihat condong kemana maka ditetapkan melalui voting.
Voting pun berlangsung dengan hasil yang dimenangkan oleh Aditya "NduRo", kepada dua kandidat lainnya ini bukan akhir dari kompetisi namun sebagai tantangan banteng muda melawan tirani penguasa yang mengamputasi kaum marhaen.
Terima kasih Ardhy Jayaputra atas semua curahan tenaga,waktu bahkan materi guna berjalannya roda organisasi ini seiring kepentingan kaum marhaen tentunya.
Selamat dan sukses Aditya "nduRo"!!
GmnI!!! Jaya!!!
..GmnI Komisariat Hukum Airlangga..
Kamis, 22 Oktober 2009
Jakarta Tanpa Air Bersih!!!
Jakarta - Sejumlah wilayah di Jakarta akan mengalami penghentian pasokan air. PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) akan melakukan penggantian pipa manifold tahap kedua di Instalasi Pengolahan Air Pejompongan 2.
"Pekerjaan teknis akan menyebabkan gangguan berupa pasokan air menurun bahkan terhenti untuk sementara waktu di beberapa wilayah pelayanan PALYJA," kata Presiden Direktur PALYJA Philippe Follisson dalam siaran persnya kepada detikcom, Rabu (21/10/2009).
Philippe mengatakan, daerah-daerah yang akan terhenti pasokan airnya yakni untuk Jakarta Barat yaitu Angke, Jembatan Lima, Tambora, Glodok, Mangga Besar, Pekojan, Roa Malaka, Pinangsia, Kemanggisan, dan Palmerah.
Untuk Jakarta Pusat yaitu Mangga Dua Selatan. Jakarta Utara yaitu Ancol, Penjaringan, Pluit, dan Pejagalan.
Daerah-daerah yang pasokan airnya menurun untuk Jakarta Barat yaitu Maphar, Taman Sari, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Duri Kepa, Tanjung Duren, Tanjung Duren Utara, Wijaya Kusuma, Jelambar, Jelambar Baru, Sukabumi Selatan, dan Grogol Selatan.
Jakarta Selatan yaitu Gelora, Karet Semanggi, Senayan, Kuningan Timur, Semanggi, Pasar Manggis, Menteng Atas, Menteng Dalam, Guntur, Kebayoran Lama Utara, Bintaro, Pesanggrahan, Ulujami, Cipulir, Gunung, Selong, Melawai, Kramat Pela, Rawa Barat, Petogogan, Mampang Prapatan, Tegal Parang, Duren Tiga, Pancoran, Pangadegan, Rawa Jati, Cikoko, Tebet Barat, Tebet Timur, Kebon Baru, Manggarai Selatan, Manggarai, dan Bukit Duri.
Jakarta Pusat yaitu Bendungan Hilir, Karet Tengsin, Menteng, Pegangsaan, Kebon Melati, Gondangdia, Cikini, Kebon Kacang, Kebon Sirih, Kampung Bali, Gambir, Petojo Selatan, Kebon Kelapa, Pasar Baru, dan Kartini.
"Pasokan air bersih akan kembali normal secara bertahap mulai tanggal 26-28 Oktober," ujarnya.
Untuk keadaan darurat tersebut, lanjut Philippe, PALYJA akan menyediakan mobil tangki. PALYJA mengimbau agar masyarakat mengisi bak-bak penampungan air.
"PALYJA mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tuturnya.
Call centre PALYJA di nomor (021) 579 86 555.
"Pekerjaan teknis akan menyebabkan gangguan berupa pasokan air menurun bahkan terhenti untuk sementara waktu di beberapa wilayah pelayanan PALYJA," kata Presiden Direktur PALYJA Philippe Follisson dalam siaran persnya kepada detikcom, Rabu (21/10/2009).
Philippe mengatakan, daerah-daerah yang akan terhenti pasokan airnya yakni untuk Jakarta Barat yaitu Angke, Jembatan Lima, Tambora, Glodok, Mangga Besar, Pekojan, Roa Malaka, Pinangsia, Kemanggisan, dan Palmerah.
Untuk Jakarta Pusat yaitu Mangga Dua Selatan. Jakarta Utara yaitu Ancol, Penjaringan, Pluit, dan Pejagalan.
Daerah-daerah yang pasokan airnya menurun untuk Jakarta Barat yaitu Maphar, Taman Sari, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Duri Kepa, Tanjung Duren, Tanjung Duren Utara, Wijaya Kusuma, Jelambar, Jelambar Baru, Sukabumi Selatan, dan Grogol Selatan.
Jakarta Selatan yaitu Gelora, Karet Semanggi, Senayan, Kuningan Timur, Semanggi, Pasar Manggis, Menteng Atas, Menteng Dalam, Guntur, Kebayoran Lama Utara, Bintaro, Pesanggrahan, Ulujami, Cipulir, Gunung, Selong, Melawai, Kramat Pela, Rawa Barat, Petogogan, Mampang Prapatan, Tegal Parang, Duren Tiga, Pancoran, Pangadegan, Rawa Jati, Cikoko, Tebet Barat, Tebet Timur, Kebon Baru, Manggarai Selatan, Manggarai, dan Bukit Duri.
Jakarta Pusat yaitu Bendungan Hilir, Karet Tengsin, Menteng, Pegangsaan, Kebon Melati, Gondangdia, Cikini, Kebon Kacang, Kebon Sirih, Kampung Bali, Gambir, Petojo Selatan, Kebon Kelapa, Pasar Baru, dan Kartini.
"Pasokan air bersih akan kembali normal secara bertahap mulai tanggal 26-28 Oktober," ujarnya.
Untuk keadaan darurat tersebut, lanjut Philippe, PALYJA akan menyediakan mobil tangki. PALYJA mengimbau agar masyarakat mengisi bak-bak penampungan air.
"PALYJA mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tuturnya.
Call centre PALYJA di nomor (021) 579 86 555.
Rabu, 23 September 2009
Pidato Tommy Soeharto di Munas GOLKAR 2009!!

[ Rabu, 23 September 2009 ]
Munas Golkar untuk Bangsa
Oleh : Hutomo Mandala Putra
Bangsa ini telah sepakat memilih negara demokrasi. Sayang, dalam praktiknya, demokrasi menjadi ajang menyengsarakan rakyat. Demokrasi baru slogan semata. Sementara itu, bangsa menghadapi permasalahan serius. Di antaranya, kesemrawutan sistem ketatanegaraan.
Praktik politik kepartaian dalam sistem kenegaraan yang semrawut telah menyebabkan partai-partai dilanda krisis kepercayaan rakyat. Itu disebabkan partai-partai gagal atau tidak mampu menampung aspirasi rakyat, gagal merespons keadaan yang mendesak, serta tidak mampu menawarkan solusi buat masa depan.
Kini fenomena yang sering terlihat sungguh memprihatinkan. Yakni, berkembangnya praktik dagang sapi. Dengan demikian, partai bukan lagi sebagai kendaraan transformasi (perubahan) nasib rakyat ke arah yang lebih baik.
Campur Aduk
Di dunia ini, negara demokrasi memiliki dua model. Yakni, sistem parlementer dan sistem presidensial. Ada juga yang campuran seperti Prancis, namun penggabungannya tetap menaati asas logika kedaulatan rakyat yang tidak boleh didistorsi. Sementara Indonesia mencampur-adukkan keduanya, sampai alur logika pertanggungjawaban kedaulatan rakyat tidak jelas.
Dalam sistem parlementer, program yang "dijual" dalam kampanye pemilu adalah program partai. Program partai pemenang pemilu otomatis dijadikan program kerja pemerintah. Karena dalam pemilu yang dipilih rakyat adalah partai, maka partai pemenang pemilu yang membentuk kabinet (kecuali tidak menang mutlak yaitu 50 persen+1, maka kabinet yang dibentuk koalisi, agar dukungan suara di DPR menjadi mayoritas).
Karena itu, dalam sistem parlementer, ketua partai otomatis menjadi calon perdana menteri. Karena mandat kedaulatan rakyat diserahkan kepada partai, maka pengurus partai berhak mencopot anggota DPR di tengah jalan bila menyim*pang dari kebijakan partai.
Sebaliknya, dalam sistem presidensial, program yang ditawarkan dalam kampanye adalah program sang calon presiden (bukan program partai). Program calon presiden terpilih otomatis dijadikan program pemerintah. Karena dalam pemilu sistem presidensial rakyat langsung memilih calon presiden, maka yang membentuk kabinet adalah presiden terpilih. Karena datangnya legitimasi langsung dari rakyat, maka calon independen pun diakomodasi dalam sistem presidensial. Dalam sistem presidensial, kabinet yang dibentuk adalah kabinet ahli (zaken), bukan kabinet partai, apalagi gabungan partai warna-warni. Wajar pula dalam sistem presidensial di mana pun tidak dijumpai ketua partai dicalonkan menjadi calon presiden (kecuali di Indonesia).
Demikian pula dalam sistem perwakilan pada sistem parlementer, dalam pemilu, rakyat memilih tanda gambar partai, sehingga status anggota DPR adalah wakil partai. Sebaliknya, pada sistem presidensial, dalam pemilu, rakyat memilih tanda gambar calon anggota DPR, bukan gambar partai. Maka, anggota DPR dalam sistem presidensial adalah wakil rakyat, bukan wakil partai.
Sedangkan dari urut-urutan siklus kepemimpinan nasional, dalam sistem parlementer, anggota DPR dipilih lebih dulu, baru membentuk pemerintahan. Sebaliknya, dalam sistem presidensial, pemilihan presiden dulu, baru pemilu anggota DPR. Jadi, masing-masing model punya sejarah sendiri serta punya alasan dan logika sendiri yang tidak bisa dicampuradukkan tanpa logika.
Partai Calo Politik
Bagaimana halnya dengan di Indonesia? Demokrasi kita semrawut, tak terkecuali soal pemilu. Lihat saja pemilu legislatif yang lalu. Apa dasar bagi rakyat untuk menjatuhkan pilihan? Bila alasannya memilih program partai, sudah tentu itu bohong karena dalam sistem presidensial yang dijadikan program kerja pemerintah adalah program sang calon presiden pemenang. Dalam kampanye pemilu yang lalu, partai-partai telah mengobral janji. Bukankah itu adalah pembodohan dan pembohongan publik, namun sah secara konstitusi?
Bila alasan pemilu legislatif untuk memenuhi amanat UUD, karena diamanatkan calon presiden harus diajukan oleh partai atau gabungan partai, mari kita cermati apa yang telah terjadi pada pileg yang lalu: Siapa sosok yang dicalonkan oleh masing-masing partai? Di sini terjadi kebingungan. Beberapa partai lama mencantumkan sejumlah wajah capres yang diusungnya karena tidak mau ketinggalan bagi-bagi kekuasaan. Model arisan kekuasaan itu membuat rakyat jadi tambah bingung.
Kesimpulannya, pemilu yang kita laksanakan tak ubahnya menempatkan partai-partai sebagai calo. Sebab, dasar rakyat memilih tidak ada. Program bukan, capres bukan. Artinya, rakyat menyerahkan suaranya, tanpa dasar, kepada partai, sebagai calo politik, untuk "dagang sapi" dalam mencari capres. Maka, wajar dan sah secara hukum kalau partai-partai terlibat dalam "politik uang" untuk mendapatkan harga tawar yang tertinggi dari para calon presiden. Jadi, semacam capres dagangan saja.
Momentum Munas Golkar
Munas Partai Golkar harus menjadi momentum untuk melaksanakan perubahan yang mendasar dan komprehensif. Salah satunya adalah memformat ulang sistem kenegaraan secara keseluruhan, termasuk persoalan pemilu. Perubahan tersebut tidaklah mungkin akan datang dari tatanan yang ada saat ini.
Karena itu, diperlukan tampilnya kandidat ketum Golkar yang memenuhi lima persyaratan. Yaitu, punya solusi untuk menghentikan keterpurukan. Kedua, punya "platform" atau paradigma baru untuk mengubah sistem kenegaraan dari otoriter menjadi demokrasi. Sistem yang menjamin kedaulatan rakyat tidak menjadi mainan dan dagang sapi. Ketiga, punya keberanian lebih, termasuk berani berbuat salah sekalipun untuk menghadirkan kebenaran karena selama ini terbelenggu sistem hukum yang ada.
Keempat, punya integritas pribadi yang tinggi yang telah dibuktikan melalui proses hukum nasional maupun internasional yang berlaku. Dan kelima, sosok yang tidak bermasalah atau bagian masalah yang sedang dihadapi bangsa sehingga Partai Golkar tidak terbawa dalam keruwetan masalah pribadi yang akan menghancurkan partai. Mari kita mulai dari Partai Golkar. (*)
*). Hutomo Mandala Putra, calon Ketum Golkar pada Munas Oktober 2009, dan sepakat membangun NEGERI MERAK (MEngutamakan RAKyat)
Sabtu, 19 September 2009
Bakti Sosial HIMANAIR 2009-2010
Bulan ramadhan tidak terasa akan berakhir, namun harapan akan rahmat-Nya tidak terputus di bulan ramadhan saja. Banyak yang berubah tanpa disadari di bulan ramadhan dari sikap hingga tutur kata menuju kebaikan walaupun tidak menutup kemungkinan banyak yang mengacuhkan bulan ramadhan dan kewajibannya. Hal ini juga yang diharapkan oleh Himpunan Mahasiswa Notariat Airlangga (HIMANAIR) dalam mengisi bulan penuh berkat ini supaya dapat mengisi dengan kegiatan yang berdampak langsung kepada yang membutuhkan.
Dengan seluruh civitas akademi notariat airlangga yang di galang oleh HIMANAIR bergerak mengumpulkan donasi-donasi, melalui aksi spontan hingga sumbangan pakaian dan sembako. Kegiatan yang di gagas oleh Cindy Wastu Wijaya ini berhasil mengumpulkan uang tunai sekitar 3 juta rupiah. Maka Cindy yang dalam HIMANAIR menjabat sebagai Wakil Ketua HIMANAIR bersama kawan-kawan notariat melakukan aksi simpatik berbagi dengan sesama di Panti Asuhan Ibnu Sina serta salah satu panti asuhan di Gubeng Kertajaya dan Panti Werdha di Undaan membagikan sembako dan baju layak pakai hasil dari pengumpulan di kampus dan tidak lupa membagikan takjil untuk buka puasa di beberapa bilangan Surabaya. Dengan membagikan nasi bungkus serta takjil sebanyak 200 kantong.
Di bulan yang penuh berkat ini, mahasiswa notariat airlangga yang bergerak dalam HIMANAIR berharap berkat di bulan ramadhan terus mengalir tanpa mengenal waktu dan di imbangi dengan ucap syukur ke Sang Khalik atas berkat-Nya selama ini. Karena tanpa Sang Khalik dan berkat-Nya tidaklah mungkin bisa menikmati hidup ini.
Terima kasih atas bantuan para donatur-donatur dan pelaksana baksos ini jajaran HIMANAIR dll.
Diakhir tulisan saya atas nama pribadi (Arderio Hukom,S.H.) dan atas nama HIMANAIR beserta seluruh jajaran pengurus HIMANAIR menyampaikan " Selamat HaRi Raya IduL FitRi 1430 H, Mohon Maaf Lahir Dan Bathin"
Dengan seluruh civitas akademi notariat airlangga yang di galang oleh HIMANAIR bergerak mengumpulkan donasi-donasi, melalui aksi spontan hingga sumbangan pakaian dan sembako. Kegiatan yang di gagas oleh Cindy Wastu Wijaya ini berhasil mengumpulkan uang tunai sekitar 3 juta rupiah. Maka Cindy yang dalam HIMANAIR menjabat sebagai Wakil Ketua HIMANAIR bersama kawan-kawan notariat melakukan aksi simpatik berbagi dengan sesama di Panti Asuhan Ibnu Sina serta salah satu panti asuhan di Gubeng Kertajaya dan Panti Werdha di Undaan membagikan sembako dan baju layak pakai hasil dari pengumpulan di kampus dan tidak lupa membagikan takjil untuk buka puasa di beberapa bilangan Surabaya. Dengan membagikan nasi bungkus serta takjil sebanyak 200 kantong.
Di bulan yang penuh berkat ini, mahasiswa notariat airlangga yang bergerak dalam HIMANAIR berharap berkat di bulan ramadhan terus mengalir tanpa mengenal waktu dan di imbangi dengan ucap syukur ke Sang Khalik atas berkat-Nya selama ini. Karena tanpa Sang Khalik dan berkat-Nya tidaklah mungkin bisa menikmati hidup ini.
Terima kasih atas bantuan para donatur-donatur dan pelaksana baksos ini jajaran HIMANAIR dll.
Diakhir tulisan saya atas nama pribadi (Arderio Hukom,S.H.) dan atas nama HIMANAIR beserta seluruh jajaran pengurus HIMANAIR menyampaikan " Selamat HaRi Raya IduL FitRi 1430 H, Mohon Maaf Lahir Dan Bathin"
Selasa, 08 September 2009
HAORNAS 2009

Di hari sangat berbahagia ini, bangsa Indonesia merayakan Hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) yang ke 26 artinya sudah memasuki usia berkembang menuju kemajuan olah raga bangsa. Namun hal ini tidak tercermin dalam dunia olah raga nasional, karena begitu banyak polemik internal pengurus cabang olah raga yang barang tentu menghambat laju olah raga ke arah lebih baik.
Di salah satu sisi bangsa ini di beri berkat oleh Yang Maha Esa manusia-manusia penuh talenta yaitu atlet-atlet berbakat namun belum prsetasi muncul sudah di kebiri oleh sistem ataupun oleh individu di sekitar atlet itu sendiri. Entah yang dikebiri itu adalah jam terbang atlet di kancah internasional maupun nasional sampai dengan uang saku atlet hanya karena faktor like and dislike di antara pengurus dan atletnya.
Hal tersebut diatas hanya sekelumit masalah internal di tubuh pengurus besar dan pengurus pusat, namun kontroversi ini juga terjadi antara KON (Komite Olah Raga Nasional) dengan Menegpora. KON mempunyai program Pelatnas Terpadu dan Menegpora dengan Program Atlet Andalan, hal ini pula yang memantik keributan dengan IOC. Dalam hal ini IOC menganggap campur tangan pemerintah terlalu berlebihan terhadap dunia olah raga nasional.
Di saat polemik perpecahan antara KON dan Menegpora ini, Indonesia akan bertarung di kancah internaional yaitu SEA GAMES Laos. Namun melihat polemik tersebut berat rasanya kontingen Indonesia memenuhi target untuk bertengger di peringkat 3 besar perolehan medali. Pada SEA GAMES 2004 Indonesia bertengger di peringkat 4 dan hasil itu di raih dengan sekuat tenaga tanpa ada polemik internal di tubuh pengurus olah raga tersebut.
Sudah saatnya menyingkirkan ego masing-masing pengurus dan bersatu padu untuk menuju Indonesia Jaya di kancah olah raga Internasional !!
Bnagkitlah Indonesia!!!
Bangkitlah Olah Raga Indonesia!!
JAYA!!
Selasa, 01 September 2009
Malaysia..Bangsat Kamu!!!

Sejumlah situs internet menyebutkan bahwa Pulau Jemur yang ada di wilayah Provinsi Riau adalah bagian dari daerah tujuan wisata Negeri Selangor, Malaysia. Berita itu langsung mendapatkan reaksi keras Pemerintah Provinsi Riau.
Informasi mengenai promosi pariwisata itu dimuat traveljournals.net dan osvaja.net. Isinya menyebutkan bahwa Pulau Jemur sebagai destinasi wisata Negara Bagian Selangor, Malaysia.
Dalam situs itu dicantumkan lokasi dan peta Pulau Jemur dikatakan masuk dalam wilayah Selangor. Hanya saja, tidak bisa diketahui informasi mengenai penanggung jawab laman pariwisata tersebut.
Pulau pun sudah direnggut berulang kali, tapi tetap saja pemerintah diam seolah tak punya nyali. Harus apa yang di klaim sehingga pemerintah berani konfrontasi militer dengan negara yang sok mengaku serumpun ini. Saat Monas di klaim apa tindakan pemerintah? Akh paling hanya diam saja!!
Satu kata sampai dengan saat ini : "LAWAN!!!"
Senin, 31 Agustus 2009
Jangan Diam!!

Sudah berulangkali negara yang mengaku serumpun terus mengusik bangsa kita ini, apalagi yang akan diambil oleh MalaysiaL ini?? Tidak cukup budaya, bahkan rendang pun di klaim milik mereka tapi apapun yang di klaim tetap saja pemerintahan kita terdiam. Pemerintah yang hanya bisa berdiplomasi dengan hasil akhir di klaim satu per satu hak-hak kita tersebut.
Gilanya lagi, Taman Garuda Wisnu Kencana di Bukit Jimbaran yang merupakan salah satu ikon budaya kebanggaan Bali sempat akan dibeli oleh investor asal Malaysia. Ketika kekurangan dana tiga tahun lampau, Pemerintah Provinsi Bali membuka kesempatan investor untuk bekerja sama mengelola. Investor asal Malaysia ingin membeli sepenuhnya GWK senilai Rp 1,3 triliun. Namun keinginan investor Malaysia itu ditolak. Demikian diungkapkan Gubernur Bali Made Mengku Pastika di Denpasar, Ahad (30/8).
Sementara itu, sebuah perusahaan rekaman milik negara, Lokananta di Solo, Jawa Tengah, mensinyalir lagu kebangsaan Malaysia Negaraku mirip dengan karya seniman Indonesia berjudul Terang Bulan. Lagu tersebut direkam 1956 di RRI Jakarta atau setahun sebelum kemerdekaan Malaysia. Dalam catatan arsip Lokananta, tak tertulis jelas nama pencipta lagu. Lokananta juga tak bisa memastikan lagu itu telah diberikan Presiden Soekarno pada pemerintah Malaysia karena tak ada arsip terkait penyerahan tersebut.
hanya satu kata saat ini yang ada dibenak saya sebagai warga negara untuk meneriakan "LAWAN!!!!"
Jumat, 28 Agustus 2009
GANYANG MALAYSIAL!!!!

Istimewa sekali negara tetangga kita yang satu ini, selalu memantik api dengan Indonesia!!
Inilah lagu Indonesia Raya versi bangsat-bangsat (GANYANG) MALAYSIAL!!
Indonesial National Anthem
Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur
Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku
Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin
Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok Rompak Malaysia bawa wang ke Indon
Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat
Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia
Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka
Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset
Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin
Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin
Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap
Masih harus diam juga kita melihat ini semua??
Apa saja sudah dilakukan MALAYSIAL dan sekarang adalah saatnya!!
Razia dan Usir warga negara MALAYSIAL dari Negara Kesatuan Republik Indonesia!!!
::Ir.Soekarno Quotes_Malaya adalah antek imperialis, GANYANG MALAYA::
Langganan:
Postingan (Atom)